Sekilas cahaya hijau melintas. Ruang di sekitarnya melunak; dinding gang berubah menjadi lanskap pasar buah tropis. Aroma mangga matang menyergap, manis dan penuh kenangan musim panas. Di depan Berlyy berdiri sosok bersahaja—versi dirinya yang lain: sama, namun dengan sorot mata yang lebih tenang, bahu yang sedikit lebih tegap, senyum yang tak ragu.
Perangkat itu bukan sekadar barang elektronik. Konon kabarnya, siapa pun yang menekan permukaannya dengan dua jari akan melihat kemungkinan lain dari dirinya sendiri. Berlyy, yang selalu merasa sesuatu di dalam dirinya ingin berubah—lebih percaya diri, lebih berani, “tambah cakep juga” dalam arti batin—menetapkan jari-jarinya di tempat yang hangat. Sekilas cahaya hijau melintas
Akhir.